Pages

Minggu, 23 September 2012



LAPORAN PRAKTIKUM
ADMINISTRASI JARINGAN
PERTEMUAN KE-1 
“PERALATAN JARIGAN
Nama : Ekawati Novita
NIM : 11615012
 Kelas : II-A



I. TUJUAN  

*     Mahasiswa mampu menggunakan tools jaringan yang ada.
*     Mahasiswa memahami perintah – perintah dasar konfigurasi jaringan
*     Mahasiswa memahami konsep layering
*     Agar mahasiswa dapat menerapkam perintah dasar konfigurasi jaringan saat praktek menggunakan peralatan yang ada.

II. LATAR BELAKANG
          Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).Tujuan dari jaringan komputer adalah agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server).Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih dari komputer yang saling berhubungan satu sama lain. Kebutuhan yang diperlukan dalam koneksi jaringan :
1.     Koneksi secara fisik (Topologi secara fisik)
2.     Koneksi secara Logis (Topologi secara Logic) 

Beberapa jenis/tipe koneksi secara fisik yang dikenal menggunakan tipe bus, star, ring
dan lain-lain. Sedangkan topologi secara  logik jaringan merupakan aturan supaya perangkat
jaringan bisa saling berkomunikasi. Ada beberapa jenis  topologi  logik yang dikenal saat ini
yaitu :
1.     Aturan bagaimana data di transmisikan lewat media 
  • Arsitektur Ethernet
Yang paling banyak digunakan karena relatif sederhana dan murah dan tidak memerlukan instalasi yang rumit.  
  • Arsitektur Token Ring
Dikembangkan oleh IBM dengan standar IEEE 802.5 dimana setiap komputer berada dalam satu lingkaran (ring).
  • Arsitektur FDDI
FDDI kepanjangan dari Fiber Distributed data Interface, merupakan protokol  yang menggunakan serat optik ganda. Serat optik terdiri dari dua lingkaran  primary  dan secondary. Dalam proses transfer data, hanya lingkaran  primary  yang digunakan,namum bila  primary mengalami kegagalan secara otomatis  akan diambil alih olehsecondary. 
  • Arsitektur ATM
ATM  kepanjangan dari  Asynchronous Trnasfer Mode, yang menggunakan suatu arsitektur yang menggunakan  frame  secara tetap yaitu 53 bit. Dengan penggunaanframe secara tetap, dapat diketahui ketepatan pengiriman paket data.
  • Arsitektur ArcNet
Dikembangkan oleh Datapoint Corp. tapi tidak memperoleh standar dari IEEE. Walaupun termasuk jaringan yang mudah dan murah namun memiliki kecepatan transfer data yang rendah, kurang lebih 2.5 Mbps 

2.     Aturan bagaimana komputer saling bertukar data/informasi
  • TCP/IP
  • IPX/SPX
           Protokol yang paling banyak dipakai saat ini adalah TCP/IP.  Protokol TCP/IP merupakan protokol yang melandasi jaringan internet. Protokol ini dimasukkan dalam fiture dalam sistem operasi. Aspek lain yang penting dari TCP/IP adalah membentuk suatu standarisasi dalam komunikasi. Dengan TCP/IP, pengguna tidak perlu lagi memikirkan bentuk fisik jaringan untuk melakukan sebuah komunikasi.
          TCP/IP dibentuk dalam beberapa lapisan (layer). Dengan  dibentuk dalam layer, akan mempermudah untuk pengembangan dan pengimplementasian. Antar layer dapat berkomunikasi ke atas maupun ke bawah dengan suatu penghubung  interface. Tiap-tiap layer memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda dan saling mendukung layer diatasnya. Pada protokol TCP/IP dibagi menjadi 4  layer, yaitu :
1. Layer Network
Berisikan layer phisik dan datalink yang merupakan perangkat keras jaringan. Ethernet bekerja pada layer ini. 

2. Layer Internet Protocol
Internet Protocol  (IP) adalah protokol yang paling  penting. IP memberikan fungsi pengalamatan dan fungsi routing pada jaringan dalam pengiriman data. 

3. Layer Transport
Layer transport memberikan fungsi pengiriman data secara  end-to-end ke sisi remote. Aplikasi yang beragam dapat  melakukan komunikasi secara  serentak (simulaneously). 

4. Layer  Application
Sebagai interface user berupa program aplikasi untuk berkomunikasi menggunakan TCP/IP.
Konfigurasi dan Perintah Dasar Jaringan untuk Troubleshootin.
 Ada beberapa  command pada  sistem operasi Linux dan MS Windows  yang dipakai untuk melakukan  konfigurasi dan troubleshooting jaringan.

Peralatan yang diperlukan dalam membangun sebuah jaringan komputer sangatlah komlek. Dalam melakukan tugas-tugas administrasi sistem, administrator sistem mau tidak mau akan banyak berhubungan dengan peralatan pendukung. Tanpa bantuan peralatan ini pekerjaan administrasi akan sulit dijalankan.

Network Management
Etherman
Tool yang berbasis GUI yang menampilkan representasi dari komunikasi – komunikasi ethernet secara real time.

Tcp wrapper
Berguna untuk mengontrol siapa saja yang mengakses sistem. Dapat memproteksi usaha pelanggaran terhadap sistem

Xmotd
Dipakai menuliskan atau menampilkan Message of the day, untuk setiap user yang login

Samba
Memungkinkan  melakukan sharing file antar so

Swatch
 program untuk memonitor log

dig
query server domain

host
memperoleh informasi nama domain

nslookup

tcpdump
mengcapture packet

traceroute
melakukan trace terhadap rute paket IP dari sistem ke sistem tujuan

sniffit
tools memberikan informasi detail ttg semua traffic jaringan

ssl
nmap

netstat

Ada beberapa command pada linux yang dipakai untuk melakukan  konfigurasi dan troubleshooting jaringan:
  • Layer phisik
lspci
Merupakan tools yang berada pada layer 1, dipakai untuk mengecek apakah interface jaringannya sudah terpasang atau belum. Apabila ditemukan Network controller atau Ethernel controller, artinya perangkat jaringan sudah siap digunakan.

mii-tool
Untuk melihat apakah linknya sudah ada atau belum

dmesg | grep eth
Untuk mengecek ethernet card ada apa belum
  •  Layer datalink
arp
Merupakan tools yang dipakai untuk melihat alamat NIC dari komputer yang terkoneksi secara langsung dengan kita.
  • Layer IP
ifconfig
Command yang dipakai untuk melihat interface dan alamat yang diberikan ke interface tersebut

route
Memeriksa tabel routing, menambah dan menghapus tabel routing

ping
Memeriksa koneksi dengan protokol ICMP

traceroute
Memeriksa tahapan koneksi

mtr
Command gabungan ping dan traceroute

netconfig
Command untuk konfigurasi ip secara permanen
  • Layer Transport
Netstat
Untuk mengetahui port berapa saja yang terbuka untuk koneksi pada PC

III. ALAT DAN BAHAN

1. PC (Personal Computer) yang memiliki OS Linux 10.4 atau 11.10
2. Switch
3. Kabel UTP tipe Straight
4. Tester

IV. LANGKAH PERCOBAAN

1. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan seperti yang telah dijelaskan diatas.

2. Setelah PC disiapkan, hubungkan kabel UTP dari PC ke Switch, dan pastikan kabel terpasang dengan benar, sehingga lampu indicator switch menyala.

3. Kemudian hubungkan switch yang ada pada masig-masing kelompok ke main switch.

4. Jalankan perintah “dmesg | grep eth”, catat dan analisa hasilnya. Jika tidak ada keluaran konfirmasikan ke dosen/asisten praktikum.

5. Lepaskan kabel jaringan, lakukan perintah mii-tool

6. Pasangkan lagi kabel jaringan dan lakukan perintah mii-tool

7. Catat hasil dari perintah “lspci” sebelum dan sesudah melepas kabel

8. Jalankan perintah ”arp –a” dan catat hasilnya , buka beberap terminal baru lagi dan jalankan perintah ”ping no_ip_tujuan” ke beberapa komputer sebelah (tanya nomor IP tersebut ke teman). Pada terminal pertama lakukan perintah arp –a sekali lagi . Catat hasilnya dan bandingkan dengan hasil arp yang pertama, analisa hasilnya.

9.   Jalankan perintah ”ifconfig”, catat hasilnya.

10. Jalankan perintah route –n, catat hasilnya.

V. HASIL PERCOBAAN 

1. Hasil perintah “dmesg | grep eth”
 
 2. Hasil  dari perintah mii-tool pada saat kabel jaringan dilepas

 3. Hasil  dari perintah mii-tool pada saat kabel jaringan disambungkan

4. Hasil  dari perintah lspci pada saat kabel jaringan disambungkan

5. Hasil  dari perintah lspci pada saat kabel jaringan dilepas
 
6. Hasil  dari perintah arp -a sebelum melakukan ping ke PC lain

7. Hasil  dari perintah arp -a setelah melakukan ping ke PC lain

 8. Hasil perintah ”ifconfig”

 9. Hasil perintah route –n










Senin, 04 Juni 2012


LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER

PERTEMUAN KE-14 
Dinamik Routing dengan Protokol EIGRP
Nama : Ekawati Novita
NIM : 11615012
 Kelas : II-A




I. TUJUAN 

* Agar mahasiswa dapat melakukan konfigurasi router dengan menggunakan protocol EIGRP
* Agar mahasiswa dapat mengetahui spesifikasi dari protocol EIGRP dan penggunaannya dalam konfigurasi jaringan computer.
* Agar mahasiswa dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan konfigurasi router menggunakan protocol EIGRP.  

II. LATAR BELAKANG
          EIGRP merupakan protokol routing yang terbaik dari beberapa protokol routing dinamik lainnya. EIGRP melakukan kombinasi terhadap  routing link-state yang digunakan pada protokol OSPF  dan distance vector yang digunakan oleh protokol RIP. Link-state menggunakan algorima SPF (Short Path Firts) sedangkan distance vector menggunakan algoritma Bellman-Ford. Routing distance vector bertujuan menentukan arah atau vector dan jarak ke link-link lain dalam suatu internetwork, sedangkan link-state bertujuan menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork. EIGRP juga menggunakan algoritma DUAL (Diffusing Update Algorithm) yang dapat memilih jalur dengan cost paling rendah,  bebas looping untuk mencapai tujuannya dan tanpa menunggu update routing dari router yang lain.
          Ada 4 teknologi yang dikombinasikan pada EiGRP untuk membedakannya dengan Protokol lainnya, yaitu:
  1. Neighbour discovery/recovery mechanism yang memungkinkan router dapat mengenali setiap tetangganya yang terhubung langsung. Router juga dapat mengetahui bila ada salah satu tetangganya yang tidak tersambung atau tidak dapat terjangkau. Mekanisme ini dilakukan dengan cara mengirimkan paket hello yang kecil secara periodik seperti yang dilakukan pada protokol OSPF. Selama router menerima paket tersebut, maka router dapat mengasumsikan bahwa tetangga berfungsi normal dan dapat melakukan pertukaran informasi routing
  2. Reliable Transport Protocol (RTP) menjamin dan bertanggung jawab dalam pengiriman paket-paket kesemua tetangganya dengan menggunakan campuran transmisi antara paket multicast dan unicast. Sebagai contoh, bila melakukan pengiriman paket hello, EIGRP tidak perlu menggunakan transmisi multicast. Namun bila paket tersebut berisi update data, maka digunakan transmisi multicast agar pengiriman paket lebih cepat dan menghemat waktu.
  3. DUAL finite-state machine menentukan semua komputasi rute dengan melacak semua rute yang telah di advertise ke setiap neighbor dan menggunakan metrik untuk menentukan jalur yang paling effisien, bebas looping dan melakukan seleksi rute untuk di-update ke tabel routing pada feasible successor. Dalam pengiriman paket, router hanya menggunakan feasible successor untuk melihat rute yang terpendek dan bebas looping. Bila terjadi perubahan topologi, DUAL akan melakukan tes ulang pada feasible successor untuk menemukan rute yang baru.
  4. Protocol-Dependent Module (PDM) bertanggung jawab atas network OSI layer pada protokol-protokol tertentu. Protokol tersebut telah disediakan modul EIGRP-nya masing-masing dan beroperasi secara independen.
1.     Routing Distance Vektor
           Konsep dari routing ini adalah menyalin tabel routing dari router ke router. Tabel routing akan melakukan update antar router yang saling berhubungan langsung pada saat terjadi perubahan topologi. Algoritma Bellman-Ford juga mengakumulasikan jarak jaringan sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki database informasi mengenai topologi jaringan. Ketika pertama kali topologi dibangun, router akan mengindentifikasi router-router tetangganya. Interface yang terhubung langsung ke router tetangganya mempunyai distance 0 dan akan bertambah satu bila telah berpindah ke router tetangga yang selanjutnya. jadi masing-masing router lain menambahkan dalam table routing-nya yang mempunyai akumulasi distance vector untuk melihat sejauh mana jaringan yang akan dituju. Sehingga dengan algoritma tersebut, router dapat menetukan jalur terbaik untuk menuju ke tujuannya berdasarkan update informasi yang diterima dari tetangganya. Seperti tampilan sebagai berikut :


2.     Routing Link-State
          Konsep dari routing ini adalah mempopulasikan tabel routing dan mengkalkulasikan path yang terpendek. Pada setiap router akan dibangun suatu map yang berisi informasi dari jaringan topologinya, kemudian ketika melakukan pengiriman data, setiap router akan melakukan kalkulasi untuk menentukan metrik yang paling dekat menuju targetnya dan hasilnya akan disimpan didalam tabel routing.
3.     Diffusing Update Algorithm (DUAL)
          DUAL sebenarnya pembaharuan ataupun modifikasi dari algoritma Bellman-Ford yang dikatakan juga sebagai advanced distance vector. Algoritma ini mengutamakan performance terhadap pendistribusian dengan mencari rute terpendek dari suatu topologi jaringan. DUAL sangat tergantung pada protokol RTP dan paket hello dan juga struktur data pada tabel neighbor dan tabel topologi yang memberikan informasi untuk menyeleksi rute yang paling optimum. EIGRP memiliki 3 tabel yaitu tabel neighbor yang digunakan untuk meyakinkan bahwa acknowledge diterima, tabel topologi yang digunakan untuk mengenal path yang dilewati oleh network dan tabel IP routing digunakan untuk menerima path yang terbaik dari tabel topologi. Paket hello digunakan unutk mengidentifikasi masing-masing tabel routing agar dapat dikalkulasikan berdasarkan jarak terpendek  dari sumber menuju tujuannya (Feasible Distance(FD)). Kondisi dimana tetangga menginformasikan bahwa jarak menuju tujuan  ternyata lebih pendek dari FD dinamakan Advertised Distance(AD). Semua data routing mengenai FD dan AD di update oleh Feaseable Successor (FS) dengan slalu menyediakan informasi mengenai metrik yang terpendek menuju tujuannya, sehingga router tidak akan pernah melakukan looping back.
          Pada ilustrasi tersebut menunjukkan tujuan dari Dipatiukur ke Ganesha. Masing-masing tetangga Dipatiukur  telah memiliki informasi jaraknya masing-masing ke Ganesha. Misalnya, Dago melaporkan bahwa jika dari Dipatiukur ke Ganesha melewati Dago, maka FD-nya adalah 54m, dan jalur dari Dago ke Ganesha adalah 24m (AD). Tabel 1 menunjukkan laporan setiap tetangga Dipatiukur dari Dipatiukur ke Ganesha. Dan dari data tersebut, router akan memilih FD yang terdekat yaitu melewati Dipatiukur-Dago-Ganesha dan kemudian FS akan menyimpan data tersebut sebagai best path-nya.
Langkah-langkah dari komputasi diffusing diuraikan sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi rute yang aktif pada tabel topologi.
  2. Membuat tabel mengenai status reply untuk mencatat respon dari tetangga.
  3. Query dikirimkan ke setiap tetangga yang me-respon.
  4. Bila seluruh respon sudah terkumpul, masukkan data dari tabel reply ke tabel topologi.
  5. Tabel topologi akan menyeleksi respon yang paling baik dan rute yang baru akan dimasukkan ke dalam tabel routing.
  6. Update akan dikirimkan ke seluruh tetangga mengenai pergantian topologi jaringannya. 
          Pada gambar  menunjukkan bahwa router D tidak aktif dan sama sekali tidak ditemukan rute alternatif pada tabel routing-nya dikarenakan FD sudah mencatat bahwa rute terpendek yang ditempuh dari A ke I adalah menggunakan path router D dengan jalur A-D-G-I dengan jumlah FD adalah 12, dan AD dari D ke I adalah 8. Oleh karena itu, router A harus mencari path alternatif menuju I. langkah-langkah komputasi diffusing-nya adalah:
1. Mengidentifikasikan router tetangga mana saja yang aktif dari router A. Dari gambar kita ketahui bahwa router yang aktif adalah B, C, E dan F.
2. Membuat tabel reply dari router yang aktif tersebut dan mengirimkan query-nya untuk mendata rutenya. 
 3. Tabel reply akan dimasukkan ke tabel topologi dan menentukan bahwa path E dan F sebagai rute terbaik yang kemudian hasilnya di update ke tabel routing A dan tetangganya.
4. Router kemudian memilih bahwa path router E adalah path terbaik dengan jumlah FD adalah 11 dengan jalur E-G-I.
5. Router lainnya akan di simpan FS sebagai back up dalam tabel topologi.
Karakteristik Routing EIGRP sebagai berikut :
  1. Menggunakan protokol routing enhanced distance vector
  2. Menggunakan cost load balancing yang tidak sama
  3. Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state
  4. Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek.
  5. Maksimum hop sebanyak 255 hop.
  6. Biasa digunakan pada jaringan berskala besar.
  7. EIGRP akan mencari sendiri Routing Table dari Router-Router tetangganya sehingga tidak perlu memperkenalkan Nework tetangga.
  8. Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk membuat semua Router yang berada pada AS yang sama berada dalam satu lingkup area sehingga dapat melakukan komunikasi data.
  9. Mendukung VLSM (Variable Lenght Subnet Mask)
  10. Tidak melakukan secara periodik, tetapi akan melakukan update apabila terjadi perubahan pada Routing Table.
Kelebihan-kelebihan EIGRP
  1. Satu-satunya protokol routing yang menggunakan route backup. Selain memaintain tabel routing terbaik, EIGRP juga menyimpan backup terbaik untuk setiap route sehingga setiap kali terjadi kegagalan pada jalur utama, maka EIGRP menawarkan jalur alternatif tanpa menunggu waktu convergence.
  2. Mudah dikonfigurasi semudah RIP.
  3. Summarization dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pada OSPF summarization hanya bisa dilakukan di ABR dan ASBR.
  4. EIGRP satu-satunya yang dapat melakukan unequal load balancing.
  5. Kombinasi terbaik dari protokol distance vector dan link state.
  6. Mendukung multiple protokol network (IP, IPX, dan lain-lain).
III. ALAT DAN BAHAN

1. 1 unit PC
2. Aplikasi packet tracer 5.3.2
IV. LANGKAH PERCOBAAN


Tugas 1 : Persiapan Jaringan 

Langkah 1: Kabel jaringan yang mirip dengan yang ada di Diagram Topologi.
Langkah 2: Hapus semua konfigurasi yang ada pada router.

Tugas 2 : Lakukan Konfigurasi Router Dasar.
Lakukan konfigurasi dasar dari R1, R2, R3 dan router sesuai dengan panduan berikut:
1
. Mengkonfigurasi router nama host.
2. Disable DNS lookup.
3. Konfigurasi password EXEC mode.
4. Mengkonfigurasi sebuah spanduk pesan-dari-hari-.
5. Konfigurasi password untuk koneksi konsol.
6. Konfigurasi password untuk koneksi vty.

Tugas 3: Konfigurasi dan Aktifkan Alamat Serial dan Ethernet.

Langkah 1: Konfigurasi antarmuka pada R1, R2, R3 dan router.
Mengkonfigurasi interface pada R1, R2, R3 dan router dengan alamat IP dari tabel di bawah Diagram Topologi.
Langkah 2: Konfigurasi antarmuka Ethernet dari PC1, PC2, PC3 dan.
Mengkonfigurasi interface Ethernet dari PC1, PC2, PC3 dan dengan alamat IP dan gateway default dari tabel di bawah Diagram Topologi.

* Setting IP pada PC1 :

* Setting IP pada PC2

* Setting IP pada PC3



Langkah 3 : Lakukan penyetingan PC dan router sesuai dengan tabel dibawah ini :


Tugas 4 : Konfigurasi EIGRP pada router

Langkah 1: Aktifkan EIGRP
di R1

Konfigureasi EIGRP pada R1
R1(config)#router eigrp 1
R1(config-router)#network 172.16.0.0
R1(config-router)# network 192.168.10.4 0.0.0.3
R1(config-router)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Langkah 2: Aktifkan EIGRP di R2
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#network 172.16.0.0
R2(config-router)#network 192.168.10.8 0.0.0.3
R2(config-router)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Langkah 3: Aktifkan EIGRP di R3
R3(config)#router eigrp 1
R3(config-router)#network 192.168.1.0
R3(config-router)#network 192.168.10.4 0.0.0.3
R3(config-router)#network 192.168.10.8 0.0.0.3
R3(config-router)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console

Tugas 5 : Memeriksa Rute EIGRP dalam Daftar Routing

Langkah 1: Lihat tabel routing pada router R1.
R1#show ip route

Langkah 2: Lihat tabel routing pada router R2.
R2#show ip route

Langkah 3: Lihat tabel routing pada router R3.
R3#show ip route

Tugas 6 : Konfigurasi Metrik EIGRP.

Langkah 1: Lihat informasi metrik EIGRP.
R1#show interface serial0/0/0

Langkah 2: Memodifikasi bandwidth interface Serial.
R1 router:
R1(config)#interface serial0/0/0
R1(config-if)#bandwidth 64

R2 router:
R2(config)#interface serial0/0/0
R2(config-if)#bandwidth 64
R2(config)#interface serial0/0/1
R2(config-if)#bandwidth 1024

R3 router:
R3(config)#interface serial0/0/1
R3(config-if)#bandwidth 1024

Langkah 3: Verifikasi modifikasi bandwidth.
Verifikasi di R1 :
R1#show interface serial0/0/0

Verifikasi di R2 :
R2#show interface serial0/0/0

Verifikasi di R3 :
R3#show interface serial0/0/1

Tugas 7 : Memeriksa Tabel Topologi EIGRP.

Langkah 1: Lihat tabel topologi EIGRP.
R2#show ip eigrp topology  
Langkah 2: Lihat informasi rinci topologi EIGRP.
R2#show ip eigrp topology 192.168.1.0

Tugas 8 : Nonaktifkan summarization otomatis pada ketiga router dengan tidak auto-summary
perintah.


Konfigureasi di R1 :
R1(config)#router eigrp 1
R1(config-router)#no auto-summary 
Konfigurasi di R2 :
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#no auto-summary

Konfiguarsi di R3 :
R3(config)#router eigrp 1
R3(config-router)#no auto-summary

Tugas 9 : Konfigurasi Summarization Manual.

Langkah 1: Tambahkan alamat loopback ke router R3.
R3(config)#interface loopback1
to upR3(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
R3(config-if)#interface loopback2
R3(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
R3(config)#router eigrp 1
R3(config-router)#network 192.168.2.0
R3(config-router)#network 192.168.3.0

Langkah 2 : Terapkan summarization manual untuk antarmuka outbound.
R3(config)#interface serial0/0/0
R3(config-if)#ip summary-address eigrp 1 192.168.0.0 255.255.252.0
R3(config-if)#interface serial0/0/1
R3(config-if)#ip summary-address eigrp 1 192.168.0.0 255.255.252.0

Tugas 10 : Konfigurasi dan Mendistribusikan Default Route statis.

Konfigurasi di R2 :
R2(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 loopback1
R2(config)#router eigrp 1
R2(config-router)#redistribute static

V. HASIL
          Hasil dari percobaan diatas dapat di Download DISINI

Selesai :
Alhamdulillah ini adalah laporan terakhir Mata kuliah jaringan komputter disemester 2 ini,  semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca semua..AAAAAMMin