Pages

Kamis, 15 Maret 2012


LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
PERTEMUAN KE-4 

"ANALISIS, PERANCANGAN DAN SIMULASI VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK DENGAN PACKET TRACER 5.2" 

Nama : Ekawati Novita
NIM : 11615012
 Kelas : II-A


I. TUJUAN

* Agar mahasiswa dapat membuat simulasi jaringan computer dengan mudah melalui software Packet Tracer
* Agar mahassiswa dapat membuat suatu jaringan yang dapat dikonfigurasikan secara virtual tanpa harus menuruti lokasi kondisi fisik peralatan
* Mengetahui fungsi paket tracer sebagai salah satu software analisis dan simulasi jaringan computer
* Agar mahasiswa dapat membuat simulassi suatu jaringan sesuai dengan keadaan dunia nyata, Penggunaan simulasi dapat membantu untuk menguji hal yang terlalu beresiko jika dilakukan secara nyata.

II. LATAR BELAKANG

a. Packet Tracer
          Simulasi jaringan merupakan virtual reality simulation yang digunakan untuk menirukan tabiat dari proses dan system jaringan sesuai dengan dunia nyata. Berbagai percobaan dapat dilakukan dengan mengubah model pada simulasi. Penggunaan simulasi dapat membantu untuk menguji hal yang terlalu beresiko jika dilakukan secara nyata. Software aplikasi simulasi jaringan yang paling familiar yaitu Cisco Packet Tracer.
          Packet Tracer adalah sebuah software yang dikembangkan oleh Cisco. Dimana software tersebut berfungsi untuk membuat suatu simulator jaringan komputer atau sering disebut dengan computer network. Dalam software ini telah tersedia beberapa komponen–komponen atau alat–alat yang sering dipakai atau digunakan dalam system network tersebut, Diantara lain seperti LAN Cable ( cross over, straight, console, dll ), Serial Cable , Computer, End Devices, Router, Switch, Hubs, Wireless Devices, Connections, Wan Emulation dan lain sebagainya. Sehingga kita dapat dengan mudah membuat sebuah simulasi jaringan komputer di dalam PC Anda. Simulasi ini berfungsi untuk mengetahui cara kerja pada tiap–tiap alat tersebut dan cara pengiriman sebuah pesan (packet data) dari komputer 1 ke komputer lainnya.Aplikasi ini dapat digunakan untuk simulasi dari desain, konfigurasi hingga troubleshooting. Pengguna dapat secara langsung mengatur dan mengkonfigurasi jaringan yang akan di desainnya. Selayaknya pengguna secara nyata seakan akan di depan komputer yang terhubung ke jaringan. Tampilan yang iteraktif dan kompleks, sehingga memungkinkan pengguna dapat mengembangkan kemampuan dalam mengatur jaringan secara interaktip dan menarik, sehingga kita dapat bermain sambil belajar dari aplikasi ini.
          Pada saat artikel ini dibuat sudah mencapai versi 5.x. Penggunaan software ini bisa untuk pemula, menengah sampai mahir. Karena hanya dengan drag and drop icon (computer, end devices, router, switch, hubs, wireless devices, connections, wan emulation) yang diinginkan, Anda bisa melakukan simulasi jaringan dengan mudah dan cepat.
          Beberapa penggunaannya hampir sama dengan setting pada sistem operasi yang biasa Anda gunakan, misalnya untuk setting IP, atau CLI seperti command prompt Windows tersedia di software ini atau mungkin terminal Linux juga terdapat pada software simulasi jaringan ini. Sehingga tidak begitu sulit untuk mengenal dan menggunakan software ini.
          Bagi seorang mahasiswa software ini sudah terbukti sangat membantu dalam peningkatan ilmu pengetahuan di bidang jaringan atau sejenisnya karena dalam praktek matakuliah jaringan komputer andaikan tanpa simulasi saya harus mengeluarkan banyak biaya, Untuk para pekerja atau masyarakat umum, software ini pasti sangat berguna pula dalam pekerjaan Anda, percobaan simulasi jaringan bisa Anda gunakan menggunakan software Packet Tracer ini sebelum melakukan jaringan komputer secara real/nyata. Sehingga menghindari resiko kesalahan dan menghemat waktu dalam analisis jaringan komputer.

b. Jaringan Komputer
          Dua komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya dapat saling bertukar data; berbagi resource yang dimiliki; seperti file, printer, media penyimpanan (misal: harddisk, flashdisk); data yang berupa teks, audio, video bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file atau data; mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware atau software yang terhubung dalam jaringan secara bersama-sama. Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer autonomous  dengan syarat melalui media transmisi penghubung, baik menggunakan kabel atau tanpa kabel. Autonomous adalah suatu kondisi dimana komputer yang satu tidak dapat melakukan  kontrol dengan akses yang penuh terhadap komputer yang lain. 

c. Hardware dan Software Jaringan
          Ada beberapa hardware dan software yang menentukan adanya jaringan dengan kualitas yang baik. Tanpa adanya hardware yang ada, maka software yang bekerja dalam jaringan pun tidak akan dapat bekerja dengan baik. Begitu pula dengan software.

d. Media Transmisi
          Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi, karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat  inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. 

e. Jenis Transmisi
          Transmisi data dapat dibedakan menjadi dua macam, transmisi serial dan transmisi paralel. Transmisi serial adalah transmisi data dimana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan, dengan demikian data yang terdiri atas banyak bit, dikirim secara ber-urutan, satu persatu. Setiap komputer diperlengkapi dengan saluran serial atau serial-port, yaitu saluran yang bisa menerima atau mengirim data secara serial. Transmisi paralel adalah transmisi data dimana dalam satu satuan waktu beberapa bit bisa disalurkan bersamaan. Pada komputer tersedia juga paralel-port misalnya saluran yang dihubungkan dengan printer ketika akan mencetak data. 
f. Routing
Adalah proses untuk meneruskan  paket jaringan  dari satu  jaringan  ke jaringan lainnya melalui sebuah internetwork. Routing juga dapat merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat hinggap dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya. Untuk melakukan hal ini, digunakanlah sebuah perangkat jaringan yang disebut sebagai  router. Router-router  tersebut akan menerima paket-paket yang ditujukan ke jaringan di luar jaringan yang pertama, dan akan meneruskan paket yang ia terima kepada router lainnya hingga sampai kepada tujuannya. 

g. Internetwork
Adalah sebuah istilah yang merujuk kepada penghubungan dua buah segmen jaringan atau  lebih dengan menggunakan sebuah  router, sehingga terbuatlah satu buah jaringan yang lebih besar. Paket-paket yang datang dari salah satu jaringan yang tergabung dengan internetwork akan diteruskan ke jaringan tujuannya oleh  router, dengan menggunakan proses routing. Teknik ini juga merupakan teknik yang sama yang digunakan untuk menghubungkan antar jaringan di dalam jaringan Internet.

III. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

1. Beberapa PC untuk masing-masing siswa.
2. Aplikasi packet tracer sebagai aplikasi untuk analisis, perancangan dan simulasi jaringan

IV. LANGKAH PERCOBAAN
  • Cara menginstall aplikasi Packet Tracer
1. Buka aplikasi Packet Tracer untuk di install, dengan cara double klik pada icon yang telah tersimpan.

2. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya.

Pilih Next
3. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Iaccept the agreement
4. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Next
5. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Next
6. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Install
7. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya, dan tunggu beberapa menit sampai proses installan selesai

Jika sudah selesai pilih Next
8. Terakhir pilih Finish.

9. Jika semua proses intallan sudah selesai, maka aplikasi Packet Tracer siap digunakan.
  • Menjalankan Packet Tracer
1. Bukalah Aplikasi Packet tracer yang tadi telah terinstall, dengan cara dauble klik pada icon yang berada di menu star. 

2. Setelah itu akan muncul splash screen dari packet tracer yang sedang me-load komponen-komponen yang diperlukan

3. Kemudian muncul tampilan interface Packet tracer sebagai berikut

Keterangan :
(1). Untuk memberi nama scenario Simulasi.
(2). WorkSpace atau Area Kerja.
(3). Device – device  yang digunakan untuk simulasi seperti router, switch, hub, wireless device, connections, end device, wan emulation, custom made device, dan multiuser connection.
Jenis dan tipe device.
(4). Berisi pilihan Logical View dan Physical View. Logical yaitu untuk membuat konsep abstact sedangkan 5. Physical mensimulasikan keadaan device dan kondisi sebenarnya seperti didunia nyata seperti computer hardware, office desk , serta wilayah-wilayah.
(6). Berisi pilihan Realtime dan Simulation. Realtime yaitu simulasi jaringan sesuai dengan waktu nyata sedangkan Simulation untuk melihat bagaimana data-data pada jaringan bekerja.

4. Pada Packet Tracer pertama kita pilih logical view untuk membuat konsep. Untuk membuat jaringan P2P minimal membutuhkan 2 buah computer yang berada ditingkat yang sama.

  • Percobaan 1 
Komponen-komponen yang yang diperlukan pada percobaan satu yaitu :
2 komponen PC
1 komponen kabel cross-over

1. Masukan 2 komponen PC dengan cara satu persatu, klik satu icon PC-PT kemudian klik pada area kerja atau dengan cara klik dan drug icon dan letakkan diarea kerja.

2. Dengan cara yang sama, hubugkan kedua  komponen PC-PT dengan komponen kabel cross-over. Pada waktu menghubungkan PC-PT pilih model Fastethernet.

3. Kemudian Mengatur IP address pada masing-masing PC-PT, dengan cara klik icon pada PC-PT PC4, kemudian pada tampilan yang muncul pilih Config 

4. Kemudian pilih fastethernet >> static

5. Kemudian setting IP address PC-PT. Untuk Subnet Mask tidak perlu diisi karena secara otomatis akan terisi ketika kita mengklik bagian tersebut.

Jika sudah pilih Close
6. Dengan cara yang sama, aturlah IP address dan Subnet Mask PC lain.
7. Jika semua PC telah memilki IP address dan Subnet Mask maka pada saat kita mengarahkan kursor pada PC-PT akan muncul kotak yang berisi informasi nomor IP pada bagian up.

8. Lakukan Ping PC alamat dengan PC yang dituju, dengan cara klik PC alamat >> kemudian pilih desktop >> pilih comment prompt

9. Ketik IP address yang akan diping.

10. Pilih Simulation yang ada pada bagian bawah kanan area kerja. 

11. Kemudian pilih edit filter >> pilih show all/none >> pilih icmp

Karena percobaan 1 hanya menghubungkan 2 komponen PC dengan kabel cross maka tidak perlu dijalankan.
12. Setelah itu simpan hasil paket yang telah dikerjakan dengan klik file >> save

  • Percobaan 2
Komponen-komponen yang yang diperlukan pada percobaan dua yaitu :
3 komponen PC
3 komponen kabel straight
1 komponen Hub

1. Masukan 3 komponen PC dan 1 komponen Hub dengan cara satu persatu, klik satu icon  kemudian klik pada area kerja atau dengan cara klik dan drug icon dan letakkan diarea kerja.

2. Dengan cara yang sama, hubugkan ketiga  komponen PC-PT  dan komponen Hub dengan komponen kabel straight. Pada waktu menghubungkan PC-PT pilih model Fastethernet. Dan pada komponen Hub pilih port yang berbeda untuk masing-masing PC yaitu port 0, port 1, dan port 2.

3. Kemudian Mengatur IP address pada masing-masing PC-PT, dengan cara klik icon pada PC-PT PC4, kemudian pada tampilan yang muncul pilih Confi.

4. Kemudian pilih fastethernet >> static

5. Kemudian setting IP address PC-PT. Untuk Subnet Mask tidak perlu diisi karena secara otomatis akan terisi ketika kita mengklik bagian tersebut.

Jika sudah pilih Close
6. Dengan cara yang sama, aturlah IP address dan Subnet Mask PC lain.
7. Jika semua PC telah memilki IP address dan Subnet Mask maka pada saat kita mengarahkan kursor pada PC-PT akan muncul kotak yang berisi informasi nomor IP pada bagian up.

8. Lakukan Ping PC alamat dengan PC yang dituju, dengan cara klik PC alamat >> kemudian pilih desktop >> pilih comment prompt

9. Ketik IP address yang akan diping.

10. Setelah semua penyetingan komponen selesai maka persiapan menjalankan simulasi virtual Local Area Network yang sudah kita kerjakan, dengan cara pilih Simulation yang ada pada bagian bawah kanan area kerja.

11. Kemudian pilih edit filter >> pilih show all/none >> pilih icmp

12. Jika sudah selesai langkah terakhir adalah menjalankan paket jaringan yang telah kita buat, dengan memilih Auto capture / play

13. Setelah itu simpan hasil paket yang telah dikerjakan dengan klik file >> save >> ketik nama file yang berbeda dengan file sebelumnya.
  • Percobaan 3
Komponen-komponen yang yang diperlukan pada percobaan tiga yaitu :
3 komponen PC
3 komponen kabel straight
1 komponen switch

1. Masukan 3 komponen PC dan 1 komponen Switch dengan cara satu persatu, klik satu icon  kemudian klik pada area kerja atau dengan cara klik dan drug icon dan letakkan diarea kerja.

2. Dengan cara yang sama, hubugkan ketiga  komponen PC-PT  dan komponen Switch dengan komponen kabel straight. Pada waktu menghubungkan PC-PT pilih model Fastethernet. Dan pada komponen Switch pilih fastethernet  yang berbeda untuk masing-masing PC yaitu fastethernet 0/1, fastethernet 0/2 dan fastethernet 0/3.

3. Kemudian Mengatur IP address pada masing-masing PC-PT, dengan cara klik icon pada PC-PT PC4, kemudian pada tampilan yang muncul pilih Config 

4. Kemudian pilih fastethernet >> static

5. Kemudian setting IP address PC-PT. Untuk Subnet Mask tidak perlu diisi karena secara otomatis akan terisi ketika kita mengklik bagian tersebut.

Jika sudah pilih Close
6. Dengan cara yang sama, aturlah IP address dan Subnet Mask PC lain.
7. Jika semua PC telah memilki IP address dan Subnet Mask maka pada saat kita mengarahkan kursor pada PC-PT akan muncul kotak yang berisi informasi nomor IP pada bagian up.

8. Lakukan Ping PC alamat dengan PC yang dituju, dengan cara klik PC alamat >> kemudian pilih desktop >> pilih comment prompt

9. Ketik IP address yang akan diping.

10. Setelah semua penyetingan komponen selesai maka persiapan menjalankan simulasi virtual Local Area Network yang sudah kita kerjakan, dengan cara pilih Simulation yang ada pada bagian bawah kanan area kerja 

11. Kemudian pilih edit filter >> pilih show all/none >> pilih icmp

12. Jika sudah selesai langkah terakhir adalah menjalankan paket jaringan yang telah kita buat, dengan memilih Auto capture / play

13. Setelah itu simpan hasil paket yang telah dikerjakan dengan klik file >> save >> ketik nama file yang berbeda dengan file sebelumnya.
  • Percobaan 4
Komponen-komponen yang yang diperlukan pada percobaan empat yaitu :
6 komponen PC
6 komponen kabel straight
1 komponen kabel cross-over
1 komponen Hub
1 komponen switch

1. Masukan 6 komponen PC, 1 komponen Hub dan 1 komponen Switch dengan cara satu persatu, klik satu icon  kemudian klik pada area kerja atau dengan cara klik dan drug icon dan letakkan diarea kerja.

2. Dengan cara yang sama, hubugkan ketiga  komponen PC-PT  dan komponen Hub dengan komponen kabel straight, juga hubugkan ketiga  komponen PC-PT  dan komponen switch dengan komponen kabel straight. Pada waktu menghubungkan PC-PT pilih model Fastethernet, dan pada komponen Switch pilih fastethernet yang berbeda untuk masing-masing PC yaitu fastethernet 0/1, fastethernet 0/2 dan fastethernet 0/3, serta pada komponen Hub pilih port yang berbeda untuk masing-masing PC yaitu port 0, port 1, dan port 2.

3. Dengan cara yang sama hubugkan Hub dan Switch dengan kabel cross-over.

4. Kemudian Mengatur IP address pada masing-masing PC-PT, dengan cara klik icon pada PC-PT PC4, kemudian pada tampilan yang muncul pilih Config 

5. Kemudian pilih fastethernet >> static

6. Kemudian setting IP address PC-PT. Untuk Subnet Mask tidak perlu diisi karena secara otomatis akan terisi ketika kita mengklik bagian tersebut.

Jika sudah pilih Close
7. Dengan cara yang sama, aturlah IP address dan Subnet Mask PC lain.
8. Jika semua PC telah memilki IP address dan Subnet Mask maka pada saat kita mengarahkan kursor pada PC-PT akan muncul kotak yang berisi informasi nomor IP pada bagian up.

9. Lakukan Ping PC alamat dengan PC yang dituju, dengan cara klik PC alamat >> kemudian pilih desktop >> pilih comment prompt

10. Ketik IP address yang akan diping.

11. Setelah semua penyetingan komponen selesai maka persiapan menjalankan simulasi virtual Local Area Network yang sudah kita kerjakan, dengan cara pilih Simulation yang ada pada bagian bawah kanan area kerja 

12. Kemudian pilih edit filter >> pilih show all/none >> pilih icmp

13. Jika sudah selesai langkah terakhir adalah menjalankan paket jaringan yang telah kita buat, dengan memilih Auto capture / play

14. Setelah itu simpan hasil paket yang telah dikerjakan dengan klik file >> save >> ketik nama file yang berbeda dengan file sebelumnya

  • Percobaan 5
Komponen-komponen yang yang diperlukan pada percobaan lima yaitu :
12 komponen PC
12 komponen kabel straight
4 komponen kabel cross-over
5 komponen switch

1. Masukan 12 komponen PC dan 1 komponen Switch dengan cara satu persatu, klik satu icon  kemudian klik pada area kerja atau dengan cara klik dan drug icon dan letakkan diarea kerja.

2. Dengan cara yang sama tiap-tiap hubugkan tiap-tiap tiga  komponen PC-PT  dan komponen switch dengan komponen kabel straight. Pada waktu menghubungkan PC-PT pilih model Fastethernet, dan pada komponen Switch pilih fastethernet  yang berbeda untuk masing-masing PC yaitu fastethernet 0/1, fastethernet 0/2 dan fastethernet 0/3 dan seterusnya.

3. Dengan cara yang sama hubugkan switch dan Switch dengan kabel cross-over.

4. Kemudian Mengatur IP address pada masing-masing PC-PT, dengan cara klik icon pada PC-PT PC4, kemudian pada tampilan yang muncul pilih Config 

5. Kemudian pilih fastethernet >> static

6. Kemudian setting IP address PC-PT. Untuk Subnet Mask tidak perlu diisi karena secara otomatis akan terisi ketika kita mengklik bagian tersebut.

Jika sudah pilih Close
7. Dengan cara yang sama, aturlah IP address dan Subnet Mask PC lain.
8. Jika semua PC telah memilki IP address dan Subnet Mask maka pada saat kita mengarahkan kursor pada PC-PT akan muncul kotak yang berisi informasi nomor IP pada bagian up.

9. Lakukan Ping PC alamat dengan PC yang dituju, dengan cara klik PC alamat >> kemudian pilih desktop >> pilih comment prompt

10. Ketik IP address yang akan diping.

11. Setelah semua penyetingan komponen selesai maka persiapan menjalankan simulasi virtual Local Area Network yang sudah kita kerjakan, dengan cara pilih Simulation yang ada pada bagian bawah kanan area kerja 

12. Kemudian pilih edit filter >> pilih show all/none >> pilih icmp

13. Jika sudah selesai langkah terakhir adalah menjalankan paket jaringan yang telah kita buat, dengan memilih Auto capture / play

14. Setelah itu simpan hasil paket yang telah dikerjakan dengan klik file >> save >> ketik nama file yang berbeda dengan file sebelumnya.
  •  Percobaan 6
Sama saja seperti percobaan 5, hanya saja pada percobaan 6 ini menganti IP address  masing-masing PC dengan urutan PC
PC 1 IP addressnya 192.168.1.1
PC 2 IP addressnya 192.168.2.1
PC 3 IP addressnya 192.168.3.1
PC 4 IP addressnya 192.168.1.2
PC 5 IP addressnya 192.168.2.2
PC 6 IP addressnya 192.168.3.2
PC 7 IP addressnya 192.168.1.3
PC 8 IP addressnya 192.168.2.3
PC 9 IP addressnya 192.168.3.3
PC 10 IP addressnya 192.168.1.4
PC 11 IP addressnya 192.168.2.4
PC 12 IP addressnya 192.168.3.4
Prosedur pengerjaannya sama dengan percobaan 5.

V. HASIL

1. Hasil percobaan 1

2. Hasil percobaan 2

3. Hasil Percobaan 3

4. Hasil percobaan 4

5. Hasil percobaan 5

6. Hasil percobaan 6













Sabtu, 10 Maret 2012


LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
PERTEMUA KE-3 
“Analisis Jaringan, Aplikasi Lapisan Protokol dan  Transportasi Lapisan Protokol”

Nama : Ekawati Novita
NIM : 11615012
Kelas : II-A



I. TUJUAN PRAKTIKUM

* Mahasiswa mampu mengoperasikan arp, wireshark dan tcpdump
* Mendeskripsikan fungsi dari Wireshark sebagai salah satu network analysis tool.
* Melakukan capture dengan Wireshark mengetahui IP victim dari orang-orang yang terkoneksi dalam satu jaringan.
* Menggunakan Wireshark untuk membuka under windows untuk melihat IP plus ip gateway.
* Mahasiswa mampu menganalisa paket layer 2 dan 3 menggunakan wireshark dan Tcpdump.
* Mahasiswa dapat mengamati lalu lintas jaringan computer menggunakan Aplikassi Wireshark

II. LATAR BELAKANG

1. Alat Analisis Jaringan

a. Wireshark
     Aplikasi yang digunakan dalam analisis jaringan disini adalah aplikasi Wireshark yang merupakan software untuk melakukan analisa lalu-lintas jaringan komputer, yang memiliki fungsi-fungsi yang amat berguna bagi profesional jaringan, administrator jaringan, peneliti, hingga pengembang piranti lunak jaringan.
and SLIP), 802.11 wireless LAN , dan koneksi ATM.
     Program ini juga sering digunakan oleh chatters untuk mengetahui ip victimnya maupun para chatter lainnya lewat typingan room.
     Nomor IP diperlukan oleh perangkat lunak untuk mengidentifikasi komputer pada jaringan, namun nomor identitas  yang sebenarnya diatur oleh NIC  (Network Interface Card) atau kartu Jaringan yang juga mempunyai nomor unik. Pengalamatan di NIC biasa disebut dengan MAC Address. Pengalamatan ini merupakan bagian dari ethernet. Alamat kartu jaringan ini terdiri atas  48 bit, 24 bit ID dari pabrik pembuat sedangkan 24 bit sisanya adalah nomor urut/sequence number. Oleh karena itu setiap kartu jaringan TCP/IP merupakan standar tentang mekanisme kerja jaringan, sehingga perangkat lunak dan perangkat keras dari bebagai vendor dapat saling berkomunikasi. Agar dapat bekerja maka TCP/IP membutuhkan perangkat keras jaringan dalam hal ini adalah Ethernet, meskipun ethernet bukan bagian dari TCP/IP, TCP/IP hanya berinteraksi  untuk menggunakan fasilitasnya menggerakkan  paket. Pengalamatan ethernet sudah dijelaskan di atas. 
     Berdasarkan mapping IP dengan phisical addressnya. Bila komputer tahu nomor IP tapi tidak tahu MACnya. TCP/IP memecahkan masalah ini dengan menggunakan ARP (Address Resolution Protocol) .

b. ARP (Address Resolution Protocol)
     Secara internal ARP melakukan resolusi address tersebut dan ARP berhubungan langsung dengan Data Link Layer. ARP mengolah sebuah tabel yang berisi IP-address dan Ethernet Card. Dan tabel ini diisi setelah ARP melakukan request (broadcast) ke seluruh jaringan. Misal user host tertentu menjalankan perintah  telnet (telnet merupakan perintah di linux yang dipakai untuk menjalankan mesin tertentu dari mesin lainnya)  dengan host foghorn ($telnet foghorn) . Setelah user menjalankan command telnet, maka sistem akan mengecek ARP cache ada nomor phisical addres yang dimaksud. Jika informasi ini tidak ditemukan, maka host akan mengeluarkan suatu ARP khusus meminta paket.  ARP Request dikapsulkan dengan semua informasi yang dibutuhkan kecuali physical addrees tujuan karena memang host tidak tahu tujuannya dimana, biasanya arp tujuan dibuat FF:FF:FF:FF secara broadcast ke  jaringan, karena broadcast maka semua system pada local network akan menguji request tersebut. Paket ARP request/Reply mempunyai format yang sama.

c. ARP Cache 
     Tadi sedikit disinggung, bahwa setelah menjalankan command telnet maka host akan mengecek ARP Cache. ARP cache berisi tabel IP host serta phisical adrees komputer. ARP cache akan bertambah jika ARP Request mendapat jawaban. ARP Cache ini diatur secara dinamik oleh kernel. Untuk melihat bisa pakai command arp –a. Kita bisa melakukan penghapusan sebuah entry ARP dengan  arp –d hostname . Untuk mengecek di layer 2 lapisan OSI dapat digunakan perintah arp (AddressResolution Protocol).

d. TCPDump
     Jaringan TCP/IP terdiri atas keseluruhan paket dan cara terbaik untuk mendebug  jaringan adalah dengan cara melacak paket. Dengan demikian kita dapat menentukan informasi yang tepat dari sumber yang benar. Untuk melacak paket kita dapat menggunakan TCPDump, yang tersedia gratis. Dengan memakai ini seumpama kita berada di web maka kita bisa memakainya untuk mencari penyebab sesuatu tidak beres/gagal sumber penyebabnya dimana dengan tracing tersebut. Dengan menjalankan TCPDump, kita bisa melihat semua traffic yang masuk atau  meninggalkan NIC dan bisa melihat aktifitas jaringan. Dengan TCPDump bisa juga dipakai untuk menganalisa seumpama terjadi kelambatan aplikasi, kita bisa menganalisanya mulai dari ini. Kemampaun TCPDump akan berkurang jika kita menggunakan switch, jadi untuk mempelajari paket jaringan secara detail dengan memakai TCPDump sebaiknya memakai hub sebab jika memakai switch yang dapat diketahui dari TCPDump hanya traffic ke dan
dari komputer.
     TCPDump akan berjalan dengan menjalankan command tcpdump [-n|-t|-e] dst. Dengan TCPDump kita bisa : memilih paket yang diminati, memilih paket berdasarkan alamat host, memilih paket berdasarkan tipe traffic.


2. Alikasi Lapisan Protokol

     Application Layer (Application, Presentation, dan Session pada model OSI). Terdapat berbagai macam protokol pada layer ini, yakni:
a. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) Merupakan protokol yang digunakan untuk transfer sebuah web dari sebuah web server menuju web client melalui web browser, HTTP mempunyai suatu metode untuk mengamankan sebuah URL pada protokol ini, yakni HTTPS (HyperText Transfer Protocol over Secure Socket Layer). HTTPS bukan merupakan protokol.
b.  DNS (Domain Name System) Merupakan protokol yang digunakan memberikan suatu nama domain pada sebuah alamat IP agar lebih mudah diingat.
c. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Merupakan protokol yang digunakan untuk distribusi IP pada suatu jaringan dengan jumlah IP terbatas pada network yang akan digunakan.
d. FTP (File Transfer Protocol) Adalah protokol yang digunakan untuk transfer file dari suatu server kepada suatu client dengan command “put” dan “get” dalam proses transfer file.
e. POP3 (Post Office Protocol) POP adalah suatu protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent/mail delivery agent, pada protokol ini sebuah mail akan di download ke dalam jaringan lokal.
f. IMAP (Internet Message Access Protocol) Adalah protokol yang mempunyai fungsi yang sama dengan POP, yakni mengambil mail dari suatu mail transfer agent/mail delivery agent, hanya saja bila pada IMAP mail yang ada tidak di download dari suatu server, melainkan tetapada pada server itu sendiri.
g. MIME (Multipurpose Internet Mail Exension) Merupakan protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.
h. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Adalah suatu protokol yang berguna untuk mengirimkan suatu mail kepada mail client lain melalui perantara mail server.
i. SMB (Server Message Block) Protokol yang berguna untuk transfer berbagai server file DOS dan windows.

3. Transportasi Lapisan Protokol

Pada Transport layer terdapat dua buah protocol :
1. TCP (Transmision Control Protocol)
* Connection Oriented artinya sebelum melakukan pertukaran data, dua pengguna TCP harus melakukan hubungan terlebih dahulu.
* Reliable artinya TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan transmisi.
* Bit Stream Service paket dikirimkan dan sampai ke tujuan  secara  berurutan.

2. UDP (User Datagram Protocol)
     Merupakan protocol yang tidak reliable dan connectionless bagi aplikasi-aplikasi yang tidak memerlukan pengurutan TCP atau pengendalian aliran dan bagi aplikasi-aplikasi yang akan melayani dirinya sendiri. UDP juga digunakan secara luas pada query dan client/server jenis request reply, dimana pengiriman cepat lebih diutamakan daripada pengiriman yang akurat.(pengiriman percakapan atau video).

a. Tujuan dari Lapisan Transport
      Lapisan transport menyediakan segmentasi data dan mengontrol kebutuhan data untuk kembali ke dalam berbagai stream komunikasi. Hal – hal pokok yang perlu diperhatikan adalah:
* Melacak komunikasi antar sumber aplikasi dan host tujuan
* Segmentasi data dan mengelola masing – masing data. Reassembling (pengumpulan kembali) segmen ke stream aplikasi data.
* Mengidentifikasi berbagai aplikasi yang berbeda

b. Melacak Setiap Komunikasi
      Setiap host dapat memiliki beberapa aplikasi yang berkomunikasi di seluruh jaringan. Setiap aplikasi tersebut akan berkomunikasi dengan satu atau lebih aplikasi pada remote host. Hal ini merupakan tugas lapisan Transport untuk mempertahankan beberapa stream komunikasi antar aplikasi tersebut.

c. Segmentasi Data
      Setiap aplikasi membuat streaming data untuk dikirimkan ke remote aplikasi, data ini harus dipersiapkan untuk dikirim ke seluruh media pada bagian yang dapat dikendalikan. Protokol lapisan Transport mendeskripsikan segmen layanan data dari lapisan Applikasi. Hal ini meliputi encapsulasi yang diperlukan pada setiap data. Setiap data aplikasi memerlukan header data yang akan ditambahkan pada lapisan Transport untuk menunjukkan komunikasi yang terkait dengannya.

d. Segmen Reassembling
      Pada penerimaan host, setiap data dapat diarahkan ke aplikasi yang sesuai. Selain itu, setiap data harus direkontruksi ke dalam stream data yang lengkap untuk digunakan pada lapisan aplikasi. Semua protokol pada Transport Layer menggambarkan bagaimana header informasi pada lapisan Transport digunakan untuk mengembalikan data ke stream yang dilewati pada lapisan aplikasi.

e. Identifikasi Aplikasi
      Dalam rangka menghasilkan stream data ke aplikasi yang tepat, lapisan transport harus mengidentifikasi aplikasi tujuan. Untuk memenuhinya, lapisan Transport memberikan aplikasi yang telah diidentifikasi. Pemanggilan Protokol TCP / IP ini diidentifikasi oleh sebuah nomor port. Setiap perangkat lunak yang akan diakses oleh jaringan diberi nomor port yang unik dalam host. Nomor port ini digunakan dalam header lapisan transportasi untuk menunjukkan aplikasi data yang saling terkait.
      Lapisan Transport merupakan penghubung antara lapisan aplikasi dan lapisan dibawahnya yang bertugas pada jaringan transmisi. Lapisan ini menerima data dari berbagai komunikasi yang berbeda setelah itu diteruskan ke lapisan dibawahnya yang dapat dikelola sebagai multiplexed pada media.
      Aplikasi tidak perlu mengetahui rincian operasional dari jaringan yang digunakan. Karena aplikasi menghasilkan data yang dikirim dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain, tanpa melihat jenis host tujuan, jenis media yang dilewati oleh tipe data, serta bagian yang diambil oleh data, congestion pada penghubung, atau ukuran jaringan.
      Selain itu, lapisan bawahnya tidak menyadari bahwa ada beberapa aplikasi yang mengirim data pada jaringan. Fungsi dari lapisan tersebut adalah untuk mengirim data ke perangkat yang sesuai. Kemudian Lapisan Transport ini memilah bagian – bagiannya sebelum mengirim ke aplikasi yang sesuai.

III. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
1. Beberapa PC untuk masing-masing siswa.
2. Aplikasi Wireshark sebagai aplikasi untuk menganalisis jaringan
3. Switch sebagai jaringan yang mengkoneksikan seluruh PC mahasiswa

IV. LANGKAH PERCOBAAN
  • Cara menginstall aplikasi Wireshark
1. Buka aplikasi Wireshark untuk di install, dengan cara double klik pada icon yang telah tersimpan.

2. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya.

Pilih Next
3. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih I Agree
4. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Next
5. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Next
6. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Next
7. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya

Pilih Install
8. Kemudian akan muncul tampilan selanjutnya, dan tunggu beberapa menit sampai proses installan selesai

Jika sudah selesai pilih Next
9. Jika semua proses intallan sudah selesai, maka aplikasi Wireshark siap digunakan.
  •  Cara meng-Capture paket dengan Wireshark
1. Bukalah Aplikasi yang tadi telah terinstall, dengan cara dauble klik pada icon yang berada di menu star.

2. Setelah itu akan muncul splash screen dari wireshark yang sedang me-load komponen-komponen yang diperlukan

3. Setelah aplikasi terbuka, pilih Capture -> Interfaces

4. Kemudian pada tampilan selanjutnya akan muncul tampilan untuk memilih interface yang akan kita capture nantinya

Pilih interface yang akan dicapture, disini saya memilih “Microsoft” yang umum  digunakan, jika sudah klik “star” pada bagian kanan interface.
5. Kemudian pada tampilan selanjutnya akan muncul tampilan utama Wireshark saat bekerja meng-capture paket-paket data jaringan.

Penjelasan masing-masing bagian :
* Menu                   ->   Disini kita bias bernavigasi antar menu-menu yang tersedia di Wireshark
* Display Filter         Sebenarnya adalah sebuah kolom, kita akan mengisinya dengan sintaks-sintaks untuk memfilter(membatasi) paket-paket apa saja yang akan ditampilkan pada list paket
* Daftar Paket        -> Disini akan ditampilkan paket-paket yang berhasil ditangkap oleh Wireshark, berurutan mulai dari paket pertama yang ditangkap dan seterusnya.
* Detail Paket         -> Sebuah paket tentunya membawa informasi tertentu yang bias berbeda-beda antar paketnya, disini akan ditampilkan dari detail paket yang terpilih pasa daftar paket diatasnya.
* Detail Hexa          -> Detail paket yang terpilih akan ditampilkan dalam bentuk hexa, terkadang akan lebih mudah dagi kita mendapatkan informasi dari bagian ini.

Pada daftar bagian Daftar paket, terdapat kolom-kolom seperti berikut :
     - Time             :   Menampilkan waktu saat paket tersebut tertangkap.
     - Source          :   Menampilkan IP sumber dari paket data tersebut.
     - Destination  :   Menampilkan IP tujuandari paket data tersebut
     - Protocol       :    Menampilkan  protocol apa yang dipakai sebuah paket data
     - Info              :    Menampilkan informasi mendetail tentang paket data tersebut.
6. Cobalah untuk melakukan ping kepada salah satu IP, untuk membuktikan bahwa IP yang ada sudah terhubung dengan IP milik kita.

7. Selanjutnya cobalah masukan paket-paket icmp, arp, dns, http, dan tcp

V. HASIL
Hasil yang diperoleh dari praktek ini adalah analisa mengenai paket-paket jaringan computer seperti, icmp, arp, dns, http, dan tcp.
1. Hasil meng-Capture paket data protocol icmp

2. Hasil meng-Capture paket data protocol arp

3. Hasil meng-Capture paket data protocol dns

4. Hasil meng-Capture paket data protocol http

5. Hasil meng-Capture paket data protocol tcp

6. Hasil untuk melihat physical address


 selesai :-)